Review Film: The Dog Stars (2026)

Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on GET LINK for destination
Congrats! Link is Generated

Sutradara legendaris Ridley Scott memang tidak pernah mengenal kata pensiun. Setelah sukses dengan berbagai proyek kolosal, kini ia kembali dengan proyek fiksi ilmiah pasca-kiamat terbarunya yang diadaptasi dari novel terlaris tahun 2012 karya Peter Heller, The Dog Stars (2026). Dirilis di bioskop secara global pada **28 Agustus 2026**, film ini mempertemukan aktor muda yang tengah naik daun, Jacob Elordi, dengan aktor veteran penuh karisma, Josh Brolin.

Membawa nama besar Ridley Scott dan jajaran pemeran papan atas, ekspektasi terhadap film ini tentu sangatlah tinggi. Namun, perilisan perdananya justru disambut dengan ulasan yang cukup dingin dan beragam dari para kritikus film dunia. KopiFlix akan membahas secara mendalam mengapa film survival sunyi ini terasa kurang menggigit di balik keindahan visualnya.

Sinopsis: Perjalanan Mencari Harapan di Dunia yang Sunyi

The Dog Stars mengambil latar waktu tahun 2035, sembilan tahun setelah sebuah pandemi flu ganas menghancurkan sebagian besar populasi manusia di bumi. Kisahnya berfokus pada Hig (Jacob Elordi), seorang pilot sipil yang berhasil bertahan hidup dan tinggal di sebuah landasan pacu pesawat yang terbengkalai bersama anjing setianya.

Hig tidak sendirian; ia berbagi tempat tinggal dengan Bangley (Josh Brolin), seorang mantan marinir bersenjata lengkap dengan kepribadian paranoid dan dingin. Kehidupan isolasi mereka yang monoton mulai berubah ketika Hig menangkap sebuah transmisi radio misterius dari balik pegunungan. Didorong oleh rasa penasaran dan kerinduan akan kehidupan sosial manusia, Hig memutuskan untuk menerbangkan pesawat Cessna tuanya melampaui batas perimeter aman demi mencari asal suara tersebut, membelah wilayah antah berantah yang tak dikenal.

Visual Menakjubkan Melawan Ritme yang Lambat (Lethargic)

Dari segi estetika visual, sentuhan magis Ridley Scott masih sangat terasa. Penonton disuguhkan pemandangan lanskap alam liar Colorado yang mati namun indah, pegunungan bersalju yang sunyi, serta detail pencahayaan alami yang memberikan kehangatan melankolis di sepanjang film. Sinematografi desolasi bumi ini digarap dengan sangat menawan, membuat atmosfer kesepian Hig terasa begitu nyata.

Namun, kekuatan visual ini tidak diimbangi dengan laju cerita (pacing) yang kuat. Naskah yang ditulis oleh Mark L. Smith terasa sangat lambat (*lethargic*) dan kurang memiliki dinamika konflik. Alih-alih menyajikan ketegangan psikologis yang mendebarkan seperti dalam The Last of Us atau aksi bertahan hidup ala I Am Legend, The Dog Stars justru sering kali terjebak dalam adegan kontemplasi sunyi yang terlalu panjang dan monoton.

Akting Jacob Elordi & Josh Brolin yang Terhalang Naskah Tipis

Jacob Elordi sebenarnya tampil cukup baik dalam membawakan karakter Hig yang rapuh, penuh kesedihan, dan mendambakan koneksi manusia. Chemistry-nya dengan anjing kesayangannya juga menjadi salah satu poin paling emosional dalam film ini. Sementara itu, Josh Brolin sebagai Bangley memberikan performa kokoh sebagai pelindung yang skeptis dan keras kepala.

Sayangnya, naskah film ini kurang memberikan ruang bagi kedalaman karakter mereka. Dialog-dialog yang disajikan terasa dangkal, membuat hubungan emosional antara Hig dan Bangley yang seharusnya menjadi inti kekuatan cerita justru terasa kurang tereksplorasi dengan matang. Pemeran pendukung lain seperti Margaret Qualley (sebagai Cima) dan Guy Pearce juga tampil sangat minimalis dan kurang dioptimalkan.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  • Sinematografi pemandangan pasca-kiamat yang luar biasa indah khas Ridley Scott.
  • Akting Jacob Elordi yang mampu menyampaikan rasa kesepian dengan sangat natural.
  • Musik latar (*scoring*) minimalis yang sukses memperkuat atmosfer kesunyian dunia baru.

Kekurangan:

  • Alur cerita yang berjalan sangat lamban dan berpotensi membuat penonton bosan.
  • Naskah yang tipis sehingga membatasi potensi akting jajaran pemeran utamanya.
  • Kurang menyajikan ketegangan bertahan hidup yang umum ditemui pada genre serupa.

Kesimpulan Akhir

Pada akhirnya, The Dog Stars (2026) adalah sebuah karya fiksi ilmiah kontemplatif yang indah secara visual namun terasa hambar di departemen cerita. Bagi Anda yang menyukai film bertema pasca-kiamat dengan tempo lambat dan fokus pada eksplorasi lanskap sunyi, film ini mungkin layak dinikmati. Namun bagi yang mencari ketegangan aksi bertahan hidup, film terbaru Ridley Scott ini mungkin akan terasa menjemukan.

The Dog Stars

The Dog Stars (2026)

⭐ 7.5/10 Movie Science Fiction, Adventure, Thriller 1j 59m

After the world's population has been ravaged by a pandemic, a man lives a lonesome existence in a Colorado airplane hangar with his dog and a dour gunman he has befriended. When a mysterious transmission comes through on the radio while he’s flying his old Cessna, it sparks a hunt for the provenance of the sound.

Lihat Detail