Film Genre Drama Komedi Karya Fajar Nugros
Fajar Nugros merupakan salah satu sutradara asal Indonesia yang cukup produktif dalam memproduksi berbagai judul film. Memulai karir sebagai sutradara film dokumenter dan belajar langsung dengan sutradara Hanung Bramantyo, Fajar Nugros memulai debut sebagai sutradara film pada tahun 2009.
Hingga saat ini, Fajar Nugros telah menyutradarai berbagai judul film mulai dari drama hingga komedi. Inilah kumpulan film terbaik karya sutradara Fajar Nugros yang bisa kamu coba tonton!
1. Srimulat: Hil Yang Mustahal – Babak Pertama
Srimulat: The Impossible Hil – First Half merupakan film yang sangat berkesan bagi Fajar Nugros. Menceritakan perjalanan karir grup komedi legendaris Indonesia, Srimulat dihadapkan pada tantangan baru saat mengadu nasib di ibu kota.
Suatu hari, grup lawak asal Surakarta bernama Srimulat mendapat tawaran tampil di televisi nasional dan di hadapan Presiden Soeharto. Di hari yang sama, Pak Teguh (Rukman Rosadi) menambah personel baru di Srimulat, seorang pemuda bernama Gepeng (Bio One).
Setelah seluruh rombongan siap, mereka berangkat ke ibu kota, Jakarta. Namun penampilan perdana Srimulat kurang mendapat apresiasi dari penonton. Rupanya, penonton kurang paham dengan bahasa Jawa yang mereka gunakan.
Dipimpin oleh Pak Asmuni ( Teuku Rifnu Wikana ), anggota Srimulat mulai belajar bahasa Indonesia bersama Royani ( Indah Permatasari ), putri pemilik kos yang ditempati Srimulat. Selain belajar bahasa, anggota Srimulat juga mencari untuk identitas dan karakteristik baru yang akan mereka tampilkan.
Namun solidaritas Srimulat mulai runtuh ketika konsentrasi Gepeng teralihkan karena cinta. Gepeng berusaha keras menunjukkan rasa cintanya pada Royani, namun ia lupa akan kewajibannya sebagai anggota Srimulat. Akhirnya Gepeng dikeluarkan dari grup karena terlambat tampil.
2. Sleep Call
Berbeda dari film-film yang biasa disutradarai oleh Fajar Nugros, Sleep Call merupakan film bergenre thriller dan action yang bakal bikin merinding. Film ini bercerita tentang kehidupan seorang gadis yang terlibat dalam kasus pembunuhan misterius.
Dina (Laura Basuki) sebenarnya bercita-cita menjadi pramugari, namun gadis ini akhirnya terjerumus ke dunia gelap pinjaman online (pinjol). Untuk membiayai hidupnya dan ibunya yang sakit, Dina terlilit hutang yang cukup besar di salah satu pinjaman.
Untuk melunasi utangnya tersebut, Dina terpaksa bekerja sebagai debt collector di perusahaan pinjaman online tersebut. Sebenarnya Dina adalah gadis yang lembut sehingga ia sempat mengalami kesulitan saat bekerja sebagai debt collector. Selain itu, di kantornya Dina selalu digoda oleh manajer dan atasannya yang genit.
Ingin menghilangkan stres, Dina menemukan aplikasi kencan yang menyediakan fitur panggilan tidur. Di sinilah Dina bertemu dengan seorang pemuda bernama Rama (Bio One) yang selalu bisa membuatnya nyaman dan bahagia.
Fitur sleep call membuat Dina ketagihan, ia kerap menceritakan keluh kesah dan urusan pribadinya melalui sleep call kepada Rama. Meski Rama adalah pria yang sangat misterius, kesan ini membuat Dina semakin penasaran dengannya. Dina pun tenggelam dalam kisah cinta rumit bersama Rama.
Kebahagiaan Dina menggunakan fitur panggilan tidur tidak bertahan lama. Selang beberapa waktu, Dina mulai diteror oleh suara-suara aneh dan panggilan video. Bahkan, teror tersebut malah membawa Dina ke kasus pembunuhan misterius.
Selain misterinya, ternyata Sleep Call juga mengangkat isu seputar kesehatan mental yang patut diwaspadai oleh generasi sekarang. Lalu, ada pesan tentang gaya hidup generasi milenial dan Gen Z yang dianggap biasa saja, justru merugikan masa depan.
3. Balada Si Roy
Film remake berjudul Balada Si Roy merupakan salah satu proyek film terbaik yang disutradarai oleh Fajar Nugros. Bekerja sama dengan IDN Pictures, film ini mengadaptasi cerita dari film tahun 80an dan novel berjudul sama karya Gol A Gong.
Karakter ikonik Roy diperankan oleh Abidzar Al Ghifari. Roy adalah seorang remaja tahun 80an yang baru saja pindah ke Serang. Karakter Roy tidak lepas dari Joe, anjing kesayangannya pemberian mendiang ayahnya. Bahkan, Roy bertekad mengajak Joe bersekolah bersamanya.
Di sekolah barunya, Roy berteman dengan Andi (Jourdy Pranata) dan Toni (Omara Esteghlal). Selain itu, Roy juga berkenalan dengan gadis cantik bernama Ani (Febby Rastanty) yang berhasil mencuri hatinya.
Di sisi lain, kedekatan Roy dan Ani membuat seorang pemuda merasa iri. Namanya Dullah (Bio One), ketua geng Borsalino yang ditakuti seluruh siswa SMA di Serang. Tidak ada yang berani melawan Dullah karena dia adalah anak orang penting di Serang.
Dullah cemburu karena Ani terlalu dekat dengan Roy sehingga ia dan kawan-kawannya nekat mengeroyok Roy. Namun Dullah melakukan kesalahan besar dengan tidak sengaja membunuh Joe, anjing kesayangan Roy. Sejak saat itu, Roy berubah menjadi sosok yang tangguh, kasar, dan berani melawan geng Borsalino.
Mempertahankan nuansa tahun 80an, Balada Si Roy sebenarnya diarahkan dengan sangat baik. Namun film ini kurang memiliki kesan unik sehingga kurang sukses di layar lebar.
4. 7/24
Film ini menceritakan kehidupan pasangan Prasetyo Ichsan Setiawan (Lukman Sardi), seorang sutradara terkenal, dan Tania Wulandary (Dian Sastrowardoyo), seorang manajer di sebuah bank bergengsi. Mereka juga mempunyai seorang putri yang baru berusia lima tahun.
Sebagai workaholic, Prasetyo dan Tania hanya bisa bertemu di pagi, sore, atau akhir pekan. Meski jadwalnya padat, ternyata pasangan ini tetap bisa menjalani momen romantis bersama.
Keadaan berubah ketika Tyo mengalami kecelakaan saat syuting dan harus dirawat di rumah sakit. Tania terpaksa memainkan tiga peran sekaligus, sebagai istri, ibu, dan perawat suaminya.
Setelah tiga hari berjuang sendirian, Tania akhirnya jatuh sakit dan sekamar di rumah sakit bersama suaminya. Sejauh ini kedengarannya romantis, bukan? Namun, di sinilah rahasia dan ketegangan terpendam dalam pernikahan mereka mulai terungkap.
Tak ada lagi momen manis karena saat sakit segalanya berubah menjadi medan pertempuran yang menegangkan. Sebenarnya masalah apa saja yang dihadapi suami istri ini?
5. Yowis Ben
Tak ada yang menyangka Yowis Ben akan mendapat sambutan hangat dari para pecinta film Tanah Air. Hampir seluruh dialognya menggunakan bahasa Jawa, rupanya hal tersebut tidak mengurangi keseruan penonton. Terbukti dengan keberhasilan filmnya meraih 563.413 penonton dan review positif dari para kritikus.
Lantas seperti apa jalan cerita film Yowis Ben? Fokusnya adalah pada seorang pemuda bernama Bayu (Bayu Skak). Bayu sudah lama jatuh cinta pada Susan (Cut Meyriska), gadis tercantik dan populer di sekolahnya. Namun Bayu merasa minder karena tidak tampan apalagi kaya seperti kebanyakan cowok yang mendekati Susan.
Suatu hari, Susan tiba-tiba menghampiri Bayu. Tentu saja hal itu membuat Bayu senang. Rupanya Susan tidak terlalu ikhlas karena ia hanya memanfaatkan Bayu untuk membantu teman-teman OSISnya. Faktanya, Susan sudah berkencan dengan pria paling keren di sekolahnya.
Tak mau kalah, Bayu berjanji akan mengubah dirinya menjadi pria keren. Bayu juga membentuk band lokal bernama YOWIS BEN bersama teman-temannya, Doni (Joshua Suherman), Yayan (Tutus Thomson), dan Nando (Brandon Salim).
Namun perjalanan karir bermusik mereka tidak semulus Bayu Kira. Selain persaingan musik yang ketat, anggota band cenderung mudah terpecah. Bayu pun harus mencari cara agar bandnya tidak bubar dan bisa bersaing dengan musisi lain di Kota Malang.
Film kolaborasi Fajar Nugros dan Bayu Skak ini pun berhasil memukau para juri di berbagai ajang penghargaan lho. Memiliki nuansa lokal yang kental, Yowis Ben dinobatkan sebagai Film Remaja Berisi Kearifan Lokal di Festival Film Bandung 2018 dan Film Sinema Usia 13 Tahun Ke Atas di Penghargaan Lembaga Sensor Film 2018.
6. Moammar Emka's Jakarta Undercover
Jakarta Undercover karya Moammar Emka bukanlah film biasa yang mudah dipahami oleh orang awam. Film yang membuat bioskop "panas" ini menampilkan sisi gelap kota Jakarta yang sebenarnya lumrah, namun tak pernah terbayangkan. Selain itu, film arahan Fajar Nugros ini menampilkan kehidupan seorang jurnalis yang penuh tantangan.
Ceritanya berfokus pada Pras (Oka Antara), seorang pemuda yang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Pras bertekad berangkat ke ibu kota dan belajar pada Djarwo (Lukman Sardi), pemimpin redaksi majalah berita bergengsi.
Dalam proses pembelajaran tersebut, Pras menyadari bahwa dunia pres ternyata tidak sesuci dan semulia yang dikiranya. Tidak semua tulisan yang ditulis jurnalis sesuai dengan fakta dan data. Pras sendiri merasakan hal tersebut ketika tulisannya digunakan kantor untuk hal-hal yang tidak jelas.
Di sisi lain, Pras juga bertemu dengan Awink (Ganindra Bimo), seorang penari malam, dan Yoga (Baim Wong), orang penting yang mengenalkannya pada sisi gelap Jakarta. Pras tahu ibu kota adalah tempat yang indah dan beracun. Satu langkah yang salah bisa menjerumuskan seseorang ke dalam dunia yang gelap.
7. Cinta Brontosaurus
Jangan stres jika hingga saat ini Anda masih belum menemukan pasangan yang tepat. Mungkin Anda masih belum paham dengan arti cinta seperti yang dialami Raditya Dika di film Cinta Brontosaurus.
Dikisahkan seorang penulis bernama Dika (Raditya Dika) baru saja putus dengan kekasihnya, Nina (Pamela Bowie). Hubungan ini kandas di tengah jalan, padahal Dika dan Nina sudah lama berpacaran. Setelah kejadian itu, Dika seolah kehilangan minat terhadap cinta, ia mengira cintanya telah habis masa berlakunya.
Merasa kasihan, Kosasih (Soleh Solihun), agen sekaligus teman Dika, mencoba membantunya. Kosasih dan istrinya sengaja mengenalkan Dika kepada beberapa wanita, namun semuanya selalu berakhir tidak masuk akal. Dika semakin yakin kalau cintanya benar-benar telah habis masa berlakunya.
Suatu hari, takdir mempertemukan Dika dengan seorang gadis bernama Jessica (Eriska Rein). Di balik kecantikannya, Jessica merupakan sosok yang unik karena memiliki pemikiran yang tidak biasa. Dika sangat terpesona dengan Jessica, disinilah timbul pertanyaan apakah cintanya benar-benar sudah kadaluwarsa atau belum?
8. Refrain
Menonton Refrain serasa mengenang cinta anak anjing di masa SMA. Bertemu cinta pertama, bahkan jatuh cinta dengan sahabat, konflik remaja ini jadi sorotan utama. Disutradarai oleh Fajar Nugros, sejujurnya saya suka dengan penceritaannya yang sederhana namun berhasil mengeksplorasi tema dan karakternya.
Penasaran dengan jalan ceritanya? Film ini bercerita tentang dua orang sahabat yaitu Niki (Maudy Ayunda) dan Nata (Afgansyah Reza). Persahabatan mereka dimulai saat Niki dan Nata masih kecil dan kini duduk di bangku SMA.
Berbagai kesamaan hobi dan minat membuat Niki dan Nata selalu lekat. Tanpa disadari, diam-diam Nata mempunyai perasaan terhadap Niki. Sayangnya cinta Nata bertepuk sebelah tangan karena Niki sudah mempunyai pacar dengan Oliver (Maxime Bouttier).
Suatu hari, Niki dan Nata bertemu Annelise (Chelsea Islan), siswa baru di sekolah mereka. Sejak pertama kali bertemu, Annelise langsung jatuh cinta pada Nata, namun cintanya tak berbalas. Di sisi lain, Annelise mengetahui bahwa Nata diam-diam jatuh cinta pada Niki.
Annelise yang patah hati memilih bolos sekolah, dan hal inilah yang membuat Niki dan Nata khawatir. Namun keputusan Nata dan Niki mengunjungi Annelise berakhir dengan retaknya persahabatan mereka.
Di rumahnya, Annelise memaksa Nata mengatakan yang sejujurnya tentang perasaannya. Nata pun mengaku jatuh cinta pada Niki. Di saat yang sama, Niki datang dan mendengar perkataan Nata. Sejak saat itu Niki memutuskan untuk menjauhi Nata karena merasa bersalah.
9. Bajaj Bajuri The Movie
Bajaj Bajuri merupakan salah satu sinetron favorit keluarga, karena hampir setiap hari saya dan keluarga menonton aksi-aksi kocak Bang Bajuri dan Oneng di televisi. Diangkat ke layar lebar, Bajaj Bajuri The Movie sejatinya merupakan film seru. Namun film arahan Fajar Nugros ini tidak sesuai ekspektasi saya.
Dibintangi oleh Ricky Harun sebagai Bang Bajuri, dan Eriska Rein sebagai Oneng, kedua pemeran utamanya sukses menunjukkan kemampuan aktingnya. Kelemahan film ini terletak pada jalan cerita yang sangat berbeda dengan sitkomnya. Plotnya terasa seperti film komersil biasa, padahal kisah cinta sederhana Bajuri dan Oneng menjadi ciri khasnya.
Beralih ke jalan cerita, Bajaj Bajuri The Movie berkisah tentang Bajuri yang dihadapkan pada serangkaian permasalahan hidup yang memusingkan. Pertama, rumah Bajuri nyaris digusur akibat bermasalahnya penjualan tanah warisan mendiang ayahnya.
Masalah kedua datang dari ibu mertuanya, Emak (Meriam Bellina), yang menuduh Bajuri menikah lagi dengan wanita lain. Pasalnya, saat itu Bajuri lebih sering berada di luar rumah. Mendengar hal itu, istrinya, Oneng, dengan polosnya percaya dan merasa telah dikhianati oleh Bajuri.
Masalah ketiga, Bajuri dituding teroris karena tak sengaja meledakkan empat bom ikan milik Soleh (Dimas Gabra) dan Sahili (Aqshal Pradana) di sebuah rumah kosong.
Masih ada lagi, Bajuri terlibat perampokan yang dilakukan beberapa penjahat. Meski Bajuri berhasil menggagalkan perampokan bank, ternyata hal tersebut membawa petaka baru. Bajuri tidak menyangka para perampok akan marah dan menculik istrinya. Menurut Anda bagaimana Bajuri akan mengatasi semua permasalahan tersebut?
10. Me & You vs The World
Film Me & You vs The World berkisah tentang perubahan hidup Jeremy (Rio Dewanto), seorang pria dewasa yang merasa bosan dengan rutinitasnya sebagai pekerja kantoran. Namun semuanya berubah ketika ia bertemu dengan Sera (Dhea Seto), seorang remaja yang bosan dengan kehidupan remaja yang monoton.
Awalnya Jeremy sempat menyampaikan ide arung jeram kepada Kepala Sekolah (Joe P. Project), namun ditolak karena dianggap terlalu berbahaya bagi anak SMA. Meski Boss Jeremy (Piyu) juga menolak ide tersebut, Jeremy dan Baron (Gofar Hilman), rekan kerjanya, tidak menyerah begitu saja.
Di sisi lain, Sera sebenarnya tidak berminat mengikuti ajang arung jeram tersebut. Setelah diyakinkan oleh teman-temannya, Sera pun bersedia mengikuti acara tersebut. Sejak acara arung jeram, Sera dan Jeremy menjadi sangat dekat. Sama-sama ingin mencoba hal baru, Jeremy kerap mengajak Sera mencoba berbagai petualangan menantang.
Diakui Sera, Jeremy berhasil memberikan warna baru dalam hidupnya. Padahal hal tersebut berdampak besar pada nilai sekolah Sera yang turun drastis hingga membuat orang tuanya merasa kesal. Akhirnya ayah Sera melarang anaknya untuk bertemu dan berhubungan lagi dengan Jeremy.
Dua tahun kemudian, Jeremy melakukan petualangan ke India dan secara tidak sengaja bertemu Sera di Taj Mahal. Di sanalah cinta mereka kembali bersemi.
11. Dignitate
Hari itu Alana (Caitlin Halderman) baru saja memulai hari pertamanya di sekolah baru. Di hari pertama, Alana banyak terlibat masalah dengan Alfi (Al Ghazali), siswi terpandai dan terkeren di sekolahnya.
Alana adalah gadis yang super ceria, ia mempunyai rasa ingin tahu yang besar, itulah sebabnya Alana cenderung sangat cerewet. Terpaksa berbagi meja dengan Alana, Alfi sungguh kesal dengan berbagai pertanyaan dan celotehan gadis itu.
Meski awal pertemuan mereka kurang menyenangkan, lambat laun Alana dan Alfi menjadi sahabat. Ternyata Alana tidak seburuk yang dikira Alfi. Lambat laun, Alfi mulai menaruh rasa pada Alana.
Di saat yang sama, Alfi merasa tidak pantas bersama Alana. Ternyata gadis itu adalah mantan pacar kakaknya di masa lalu. Terlebih lagi, Alana sangat trauma dengan kakaknya. Alfi takut jika Alana mengetahui identitas aslinya, gadis itu akan meninggalkannya.
Kekhawatiran Alfi akhirnya menjadi kenyataan, mulai saat itu Alfi memutuskan untuk menjauh dari Alana. Namun takdir tidak ingin keduanya berpisah. Alfi harus berusaha menyelamatkan Alana yang hampir terluka karena kelakuan busuk dan obsesi kakaknya.
Dari sekian banyak film romcom arahan Fajar Nugros, yang saya suka adalah Dignitate. Film yang dibintangi Al Ghazali dan Caitlin Halderman ini merupakan pertunjukan cahaya. Namun, alur ceritanya mencakup sisi gelap dari hubungan remaja dan pola asuh yang salah.
12. Generasi Micin vs Kevin
Generasi Micin vs Kevin, judul ini memang terdengar sangat janggal namun dijamin filmnya akan membuat kalian terhibur. Saya memberikan apresiasi kepada Fajar Nugros yang berhasil menunjukkan realitas kehidupan generasi Z. Apa yang mereka inginkan, harapkan dan permasalahan apa yang mereka hadapi, semuanya ditampilkan dengan baik dan sedikit absurd.
Ceritanya berfokus pada kehidupan seorang remaja bernama Kevin (Kevin Anggara). Sebagai anggota generasi Z, Kevin mempersulit seluruh keluarganya untuk memahami keunikan dan gaya kekiniannya. Pasalnya, Kevin kerap bertingkah aneh baik di sekolah maupun di rumah. Keluarganya pun bertanya-tanya, bagaimana nasib masa depan Kevin?
Sebenarnya Kevin adalah seorang remaja yang kurang semangat dalam bersekolah. Baginya, sekolah hanyalah tempat yang membosankan karena cara belajarnya yang monoton.
Di sisi lain, Kevin lebih suka melakukan hal-hal aneh atau di luar kebiasaan orang pada umumnya. Namun hanya tiga orang sahabat Kevin, yakni Bonbon (Teuku Ryzki), Dimas (Joshua Suherman), dan Johanna (Kamasean Matthews) yang memahami keinginannya.
Hingga suatu saat, Kevin secara tidak sengaja berhasil memecahkan masalah serius di sekolahnya. Menurutmu apa yang telah dilakukan Kevin? Kalau penasaran, film Generasi Micin vs Kevin bisa kamu tonton di Vidio atau Amazon Prime lho.
13. Terbang: Menembus Langit
Berawal dari Kalimantan, Onggy (Dion Wiyoko) hanyalah seorang anak dari keluarga sederhana yang tinggal di Tarakan. Meski hidup dalam keterbatasan, namun hal tersebut tidak membuat Onggy putus asa untuk bermimpi setinggi langit.
Saat remaja, Onggy meminta restu orang tuanya untuk merantau ke Surabaya. Kepergian Onggy bertujuan untuk melanjutkan studinya di universitas. Tinggal di kota besar, Onggy berusaha fokus belajar sambil mencari uang tambahan untuk memenuhi kebutuhannya.
Berbekal nilai-nilai kehidupan yang diajarkan sang ayah, Onggy tak mengenal kata gengsi dan putus asa. Ia rela berjualan apel, jagung bakar, dan kerupuk, semua itu dilakukan Onggy demi mendapatkan uang.
Setelah dewasa, Onggy jatuh cinta pada seorang gadis bernama Candra (Laura Basuki). Onggy jatuh cinta pada Candra, sejak pertemuan pertama mereka di salon. Tak butuh waktu lama, Onggy segera menikah dengan Candra.
Diakui Onggy, saat itu keuangannya sedang tidak stabil, namun ia merasa beruntung karena Candra selalu mendukungnya. Bahkan, mereka berdua bekerja sama untuk mewujudkan semua impian mereka bersama.
Dari daftar di atas, film arahan Fajar Nugros ini sebagian besar bergenre romantis, komedi, dan ada beberapa yang bergenre thriller.
Berbeda dari yang lain, Terbang: Penetus Langit merupakan film biografi tentang tokoh keuangan ternama di Indonesia yaitu Onggy Hianata. Selain itu, film ini sengaja dibuat untuk memperingati 20 tahun tragedi kerusuhan tahun 1998.
14. Melodylan
Film ini bercerita tentang seorang gadis bernama Melody (Aisyah Aqilah). Melody memutuskan pindah sekolah untuk menghindari masalah, terutama dengan mantan pacarnya, David (Pangeran Lantang). Sayangnya, di sekolah barunya, Melody dihadapkan pada sederet masalah baru.
Semua bermula saat Melody jatuh cinta pada Dylan (Devano Danendra), cowok paling ganteng di sekolahnya. Jujur saja, Dylan selalu bisa membuat Melody penasaran dengan kepribadian dan pemikirannya. Cowok keren ini sering melakukan hal-hal aneh, termasuk membuat masalah di sekolah.
Sisi buruk Dylan tak menyurutkan niat Melody untuk terus menyukai Dylan. Namun kedekatan tersebut membuat dua insan terbakar api cemburu.
Gadis tersebut bernama Bella (Zoe Abbas Jackson), yang dikabarkan menjadi gadis paling dekat dan spesial dengan Dylan. Situasi semakin tidak terkendali ketika Bianca (Naimma Aljufri), pembuat onar sekolah yang tak pernah mendekati Dylan, tiba-tiba turun tangan.
Melody merasa sangat bingung karena hubungannya dengan Dylan selalu menimbulkan masalah di sekolah. Dia berusaha menghindari Dylan dan lebih dekat dengan pria lain, tapi hatinya tidak bisa dibohongi.
Penggemar Wattpad pasti sudah tidak asing lagi dengan novel berjudul sama Melodylan karya Asri Aci. Kesuksesan novel ini membuat Intercept Filmcraft tertarik untuk mengangkatnya ke layar lebar. Fajar Nugros yang terpilih menjadi sutradara berhasil mengeksekusi jalan cerita dengan baik dan memuaskan.
15. Cinta Selamanya
Satu lagi film biopik garapan Fajar Bustomi kali ini berjudul Cinta Selamanya. Kisah cinta dalam film ini merupakan kisah nyata yang dialami oleh Fira Basuki, seorang penulis terkenal Indonesia, dan suaminya Hafez Agung Baskoro.
Fira Basuki (Atiqah Hasiholan) adalah seorang penulis novel populer dan pemimpin redaksi majalah Cosmopolitan. Di kalangan sosialita Jakarta, Fira Basuki merupakan sosok perempuan yang disegani dan diidolakan banyak orang. Ia juga telah menikah dan memiliki seorang putri cantik bernama Syaza (Shalom Razade).
Kehidupan Fira Basuki jika dilihat sekilas terlihat sangat sempurna bukan? Kenyataannya, rumah tangga Fira dan suaminya harus berakhir di pengadilan agama. Sejak saat itu, Fira Basuki menutup hati terhadap cinta dan laki-laki. Fira Basuki hanya fokus bekerja dan mengasuh anak-anaknya.
Suatu hari, Fira Basuki tidak sengaja bertemu dengan Hafez (Rio Dewanto), pemuda yang usianya 11 tahun lebih muda darinya. Kepribadian Hafez yang sederhana dan cool berhasil menyentuh hati Fira Basuki. Apalagi Syaza terlihat sangat nyaman dan akrab jika bersama Hafez.
Sebenarnya Hafez adalah sosok yang sempurna sebagai pria, suami, dan ayah. Namun perbedaan usia di antara mereka membuat Fira Basuki ragu. Lantas, apa yang akan dilakukan Hafez untuk meyakinkan Fira Basuki?
Itulah rekomendasi film terbaik arahan Fajar Nugros, mulai dari film drama yang bikin heboh, komedi kocak, hingga thriller yang bikin merinding. Dari daftar di atas, adakah yang pernah kamu tonton dan menjadi film favoritmu? Tulis di kolom komentar ya!