NEW !

20 Rekomendasi Film Horror Indonesia

Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on GET LINK for destination
Congrats! Link is Generated

Film horor Indonesia memang mempunyai ciri khas tersendiri yaitu unsur okultismenya yang kental dan kuat. Apalagi cerita-cerita horor yang kita tonton di layar lebar kebanyakan diadaptasi dari kisah nyata atau cerita rakyat yang melegenda.

Tak heran jika kepopuleran film horor Indonesia tak pernah tergeser di bioskop-bioskop Tanah Air. Faktanya, ada beberapa film horor Indonesia yang sukses ditayangkan di luar negeri lho.

Dari tahun 70an hingga sekarang, banyak sekali film horor Indonesia terbaik yang wajib kamu tonton. Film ini tak hanya menampilkan deretan setan menakutkan dan cerita yang bikin merinding. Beberapa memiliki sinematografi, scoring, dan CGI yang memukau. Beranikah Anda menyaksikan daftar film horor Indonesia terbaik di bawah ini?

1. Pengabdi Setan 2: Communion

Banyak aspek yang membuat Pengabdi Setan 2: Communion layak disebut sebagai film horor terbaik sepanjang masa. Disutradarai dan ditulis langsung oleh Joko Anwar, film ini memiliki jalan cerita yang solid, pengembangan karakter yang jelas dan tidak sekadar menampilkan jumpscare saja.

Deretan setan yang ditampilkan dalam film ini memiliki tampilan yang menyeramkan dan sosok sang ibu tetap menjadi yang paling berkesan. Jangan lupa, CGI yang digunakan terasa sangat halus dan rapi, tak heran jika film ini ditonton 6.391.982 orang dan menduduki peringkat ketiga sebagai film dengan penonton terbanyak.

Melanjutkan cerita dari film pertama, Rini (Tara Basro) dan seluruh keluarganya pindah ke sebuah rumah susun milik pemerintah di Jakarta Utara. Suatu hari, rusun tersebut dikejutkan dengan kecelakaan lift yang memakan banyak korban jiwa. Di saat yang sama, malam itu badai melanda flat tersebut dan seluruh warga terjebak di sana.

Siapa sangka, rumah susun yang dikira aman oleh Rini, Toni (Endy Arfian) dan Bondi (Nasar Anuz) justru membawa mereka kembali ke teror hantu "Ibu". Malam itu, ketiga bersaudara itu harus menghadapi teror deretan pocong menakutkan. Yang lebih mengejutkan lagi, mereka bertemu kembali dengan adik bungsunya, Ian (Muhammad Adhiyat).

Di sisi lain, Rini dan kedua adiknya mengetahui fakta bahwa Ibu (Ayu Laksmi) dan Ayah (Bront Palarae) bersekutu dengan Raminom untuk mendapatkan kejayaan dan keturunan. Anda telah mencoba untuk meninggalkan sekte tersebut, tetapi Anda harus menukarnya dengan membunuh 1000 orang.

2. KKN Di Desa Penari

Kegiatan Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan enam mahasiswa asal Jawa Timur berakhir tragis. Semua bermula ketika Nur (Tissa Biani), Widya (Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy), dan Wahyu (Fajar Nugraha) memilih desa di pedalaman sebagai lokasi KKN mereka. .

Kepala desa, Pak Prabu (Kiki Narendra), sejak awal tidak mengizinkan mahasiswa tersebut melakukan KKN. Setelah melalui perundingan yang cukup lama, akhirnya mereka diperbolehkan melaksanakan KKN, dengan syarat harus mematuhi batasan yang ada.

Siapa sangka kegiatan yang seharusnya membantu masyarakat ini justru menimbulkan bencana ketika anak-anak tersebut bersentuhan dengan penjaga desa. Bima dan Ayu diam-diam melewati sebuah pintu gerbang yang ternyata merupakan batas antara kampung manusia dan kampung orang Lecepat.

Badarawuhi (Aulia Sarah) adalah sosok astral berwujud setan ular yang bergelar Dawuh di desa lekembang. Berhasil menggoda dan membodohi Ayu dan Bima, tujuan Badarawuhi sebenarnya adalah Widya; yang nantinya akan dijadikan Dawuh baru di Desa Lecepat.

3. Qodrat

Jarang sekali pasangan Vino G. Bastian dan Marsha Timothy membintangi film horor Indonesia. Namun Qodrat bukanlah film horor biasa. Disutradarai oleh Charles Gozali, film produksi Falcon Black ini menyuguhkan kisah horor, dengan aksi, fantasi, dan religi.

Cerita bermula ketika Ustad Qodrat (Vino G. Bastian) mencoba menjalani kehidupan barunya dengan kembali ke pesantren lamanya. Di masa lalu, Qodrat pernah mencoba untuk mengubah putranya Alif (Jason Bangun) yang dirasuki setan jahat. Sayangnya usahanya gagal dan Alif meninggal secara mengenaskan.

Sesampainya di pesantren, Qodrat terkejut karena suasana sangat mencekam. Bahkan, Qodrat menemukan beberapa orang pernah diganggu oleh setan yang pernah merasuki anak-anaknya di masa lalu. Putra Yasmin (Marsha Timothy) yang juga bernama Alif (Keanu Azka) mengamuk dan hampir membunuh keluarganya sendiri.

Melihat hal tersebut, Qodrat berusaha sekuat tenaga menyelamatkan Alif. Dari keluarga kecil inilah Qodrat mengetahui fakta bahwa pesantren telah dikuasai ilmu hitam. Pertanyaannya, siapakah dalang di balik semua ini?

Dari segi akting, chemistry dan kemampuan Vino G. Bastian dan Marsha Timothy sudah tak perlu diragukan lagi. Namun yang paling saya sukai adalah nuansa filmnya yang terasa horor Hollywood namun masih kental dengan hal-hal gaib. Sinematografi, scoring, dan efek visualnya layak disebut sebagai "tingkat selanjutnya".

4. Sewu Dino

Dalam daftar film Indonesia dengan penonton terbanyak, Sewu Dino berada di peringkat ketujuh dengan 4.863.533 penonton. Film arahan Kimo Stamboel ini memang menarik, pasalnya genre horor dan pedang sukses membuat penontonnya bergidik. Terlebih lagi, film ini diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh SimpleMan.

Penasaran dengan jalan ceritanya? Film ini bercerita tentang upaya Karsa Atmodjo (Karina Suwandi) yang menyelamatkan cucunya Della (Gisellma Firmansyah) dari ilmu hitam. Gadis cantik itu tergeletak di bawah peti mati, tidak hidup dan mati, karena Della terkena ilmu hitam 1000 hari atau Sewu Dino.

Untuk menyelamatkan nyawa Della, Karsa Atmojo meminta bantuan kepada tiga gadis yang seumuran dengan cucunya. Mereka adalah Dini (Agla Artalidia), pembantu yang sudah lama bekerja di keluarga Atmodjo, Erna (Givina Lukita Dewi) dan Sri (Mikha Tambayong), dua pembantu baru yang merawat Della.

Dari ketiganya, hanya Sri yang mampu memasuki alam jiwa dan berhasil menemukan keberadaan Della. Namun upaya Sri menyelamatkan Della sangat beresiko dan bisa merenggut nyawanya. Apalagi Sri merasa tertipu, karena sejak awal tidak ada yang memberitahunya bahwa karya tersebut berkaitan dengan hal mistis.

Dihadapkan pada dua pilihan, apakah Sri akan membantu Karsa Atmodjo menyelamatkan Della atau kabur?

5. Mangkujiwo 2

Setelah Pengabdi Setan 2: Komuni (2022), film horor lain yang paling saya suka adalah Mangkujiwo 2. Disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis, adegan pembantaiannya sangat seram meski efek visualnya kurang apik. Lalu, alur cerita memiliki konflik yang sangat kompleks dan pelik, namun diceritakan secara runtut dan jelas.

Melanjutkan film pertama, rupanya Brotoseno (Sujiwo Tejo) masih belum puas dengan kekuasaan dan kejayaan aliran Mangkujiwo. Memiliki impian besar, Brotoseno menyusun rencana untuk mengalahkan musuh-musuhnya.

Seperti biasa, Brotoseno tidak pernah menggunakan tangannya sendiri untuk menyingkirkan kompetitornya. Bersama Nyi Kenangan (Djenar Maesa Ayu) dan Karmila (Karina Suwandi), mereka menciptakan konspirasi besar.

Mulai dari menjebak Dargo Sentono (Yayu Unru), seorang bos pertanian besar di Jawa, hingga terjebak dalam keisengan tikusnya. Sementara itu, untuk menyingkirkan Jenderal Amperawa (Kiki Narendra), jenderal arogan yang berkuasa saat ini, Brotoseno menjebaknya dalam hubungan cinta yang rumit. Tentu saja Kuntilanak Merah yang ada di dalam Uma (Yasamin Jasem) menjadi senjata utamanya.

Namun yang membuat saya heboh adalah karena Mangkujiwo 2 menyuguhkan plot twist baru yang membuat saya dan para penggemar tidak sabar menunggu film finalnya. FYI, trilogi Mangkujiwo merupakan awal mula Alam Semesta Kuntilanak yang diproduksi oleh MVP Pictures.

6. Keramat 2: Caruban Larang

Cerita bermula ketika tiga mahasiswa tingkat akhir jurusan tari, Arla (Arla Ailani), Maura (Maura Gabriel), dan Jojo (Josephine Firmstone), berangkat ke Cirebon untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Mereka akan melakukan penelitian terhadap tari topeng di Cirebon.

Tak hanya bertiga, Arla juga ditemani Umay (Umay Shahab) yang berniat membuat film pendek; lalu Ajil (Ajil Ditto) dan Keanu (Keanu Angelo), YouTuber bertema mistik yang berniat membuat konten baru di Cirebon.

Mereka berangkat ke sanggar bernama Caruban Larang, tempat Arla, Maura dan Jojo mencoba mencari tahu informasi tentang Mimi Kemuning, salah satu penari legendaris. Meski tidak mendapatkan informasi yang diinginkan, anak-anak tersebut diperbolehkan tinggal sementara di sanggar.

Saking penasarannya yang berlebihan, ketujuh pemuda ini justru membuka peti terlarang. Arla, Maura dan Jojo senang, karena peti itu berisi artefak tentang tarian yang sudah lama hilang. Di sisi lain, mereka tidak mengetahui bahwa penemuan ini merupakan awal dari rangkaian teror menakutkan yang akan datang.

Format filmnya masih sama yaitu berupa cuplikan yang membuat kesan horor semakin nyata. Namun Keramat 2 memiliki sudut pandang yang lebar karena digunakan lebih dari satu kamera. Lucunya, film ini sempat dianggap remeh karena dibintangi oleh sederet aktor muda Tanah Air. Nyatanya, para aktor muda ini sukses memberikan kesan segar dan punya daya tarik berbeda dari Keramat dulu.

7. Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul

Setelah menyelesaikan kelas retrokognisi, Hao (Deva Mahenra) dan sahabatnya Rida (Della Dartyan) didatangi oleh sepasang suami istri. Ibu Sujatmiko (Joanna Dyah) meminta bantuan Hao, untuk kembali ke masa lalu dan mencari tahu keberadaan putrinya yang hilang.

Sari (Nayla D. Purnama) sudah dua hari tidak pulang. Pencarian pun dilakukan, namun hasilnya kosong. Terakhir kali gurunya melihat Sari sedang bekerja hingga larut malam di sekolahnya.

Meski sempat ragu, Hao akhirnya bersedia membantu Bu Sujatmiko. Dia memulai ritual retrokognisi di kelas Sari, dari sini Hao berhasil mendeteksi keberadaan gadis itu. Ternyata Sari tak sadarkan diri di sumur tua belakang sekolahnya.

Namun yang membuat Hao bergidik ngeri adalah sosok yang membawa Sari ke dalam sumur. Sosok pocong berbeda dengan pocong pada umumnya, kepalanya berupa tengkorak yang membusuk dan gundul. Sejak saat itu, Hao sering didatangi oleh seorang pria yang sangat menakutkan dan misterius.

Menurut mantan pengurus sekolah Pak Saman (Pritt Timothy), sekolah tersebut dibangun di atas makam seorang dukun sakti bernama Walisdi (Iwa K.). Tak ingin mati di tangan polisi, Walisdi bersekutu dengan iblis yang menjadikannya sosok abadi berupa Pocong Botak.

Setiap 10 tahun sekali, Pocong Gundul akan bangkit dan mencari pengorbanan untuk memulihkan kekuatannya. Sebelumnya, ada dua siswa SMA yang menjadi korban Pocong Gundul. Kini Sari dan Hao sedang mencari targetnya, karena mereka akan bertemu pada hari Selasa Kliwon.

8. Khanzab

Khanzab merupakan spin-off dari film horor fenomenal Makmu. Disutradarai Anggy Umbara, film ini menyinggung tragedi pembantaian dukun di Banyuwangi pada Mei 1998.

Ceritanya berfokus pada Rahayu (Yasamin Jasem) yang berusaha pulih dari trauma dan menjalani kehidupan baru bersama ibunya (Tika Bravani). Setelah ayahnya menjadi korban pembantaian dukun, semua orang di pasar melihatnya sebagai anak seorang dukun yang menakutkan.

Sesuai dengan ajaran ibunya, Rahayu berusaha menaati shalat lima waktu. Anehnya, setiap Rahayu salat selalu ada gangguan. Apalagi saat Rahayu salat di musala sumbangan mendiang ayahnya. Rahayu selalu diganggu oleh sederet setan menakutkan dan mendapat gambaran tentang masa lalu ayahnya saat masih menjadi dukun.

Sayangnya Rahayu tidak mengetahui bahwa teror dari iblis bernama Khanzab ini adalah awal dari serangkaian kejadian malang yang akan ia hadapi. Kemudian, fitnah yang sengaja dilontarkan Mbah Sarwo (Fuad Idris) membuat Rahayu terjerumus ke dalam ilmu hitam. Benarkah Rahayu mewarisi ilmu hitam dari ayahnya?

9. Waktu Maghrib

Waktu Maghrib menjadi film horor yang di luar dugaan ditonton lebih dari 1 juta orang. Disutradarai oleh Sidharta Tata, film ini memiliki banyak adegan penguasaan bola dan kejar-kejaran yang sangat menegangkan. Bagian ini memang paling ikonik dan berkesan, saya yakin kamu akan kesulitan untuk tidur sendirian di malam hari.

Bersetting di sebuah desa bernama Jatijajar, pada hari itu Adi dan Saman terlambat ke sekolah karena harus membantu orang tuanya di sawah. Hal ini membuat Bu Woro (Aulia Sarah) marah sehingga kedua anaknya harus mendapat hukuman. Kesal dengan sikap Bu Woro, Adi dan Saman tak sengaja mengumpat.

Keesokan harinya, Adi dan Saman dikejutkan dengan kabar Bu Woro ditemukan tewas di rumahnya. Sayangnya, sejak saat itu Adi dan Saman kerap mendapat teror mengerikan dari hantu mirip Bu Woro. Teror yang mengerikan ini bahkan menumpahkan darah dan membuat warga desa ketakutan setiap kali matahari terbenam tiba.

Dari pengakuan Kepala Desa (Muhammad Abbe), ternyata kejadian serupa terjadi 30 tahun lalu. Dengan memanfaatkan informasi tersebut, Adi berusaha mencari cara untuk menghentikan teror tersebut, jika tidak, ia akan mati mengenaskan seperti Saman.

10. Bayi Ajaib

Baby Miracle merupakan film horor Indonesia yang diadaptasi dari film horor klasik berjudul sama yang dirilis pada tahun 1982. Dibintangi oleh Vino G. Bastian dan Adipati Dolken, jalan cerita sedikit berbeda dari versi aslinya. Lalu, efek visual yang ditampilkan juga kurang rapi. Namun para pemeran utamanya berhasil memberikan akting terbaiknya.

Beralih ke jalan cerita, film ini mengisahkan tentang kecemburuan Dorman (Adipati Dolken) terhadap Kosim (Vino G. Bastian). Saat mencari emas di sungai, Kosim secara tidak sengaja menemukan permata dan sejak saat itu ia berubah menjadi saudagar kaya. Nyatanya, Kosim berhasil mengawini bunga desa yang sangat cantik.

Merasa iri, Dorman memilih jalan pintas untuk mendulang kekayaan. Dia melakukan ritual di makam suci Albert Dominique (Willem Bevers). Dulunya Albert merupakan seorang tokoh kolonial Portugis yang dikenal sangat kejam. Selain itu, Albert Dominique adalah kakek buyut Dorman.

Dorman sengaja menjadikan putra Kosim, Didi (Rayhan Cornelis), sebagai wadah arwah Albert Dominique. Di dalam tubuh Didi, Albert Dominique akan mencari pengorbanan dan meneror penduduk desa.

Mengetahui putranya kerasukan roh Albert Dominique, Kosim berusaha membebaskannya. Upaya ini memaksa Kosim harus menghadapi musuh lamanya, Dorman.

11. Perempuan Bergaun Merah

Dinda (Tatjana Saphira) dan Kara (Stella Cornelia) berteman sejak mereka duduk di bangku SMA. Belajar di kampus yang sama, malam itu Kara mengadakan pesta minum di rumahnya. Namun Dinda memutuskan pulang karena merasa tidak nyaman.

Keesokan harinya, Bu Lidya (Dayu Wijanto), ibu kandung Kara, khawatir karena putrinya menghilang. Dinda pun berusaha mencari keberadaan Kara, dengan bantuan Putra (Refal Hady), pacar Kara yang terlalu protektif. Sayangnya, mereka masih belum bisa menemukan keberadaan Kara.

Singkat cerita, Dinda tiba-tiba merasakan teror mistis dari sosok wanita berbaju merah yang sangat menyeramkan. Nyatanya, wanita berbaju merah ini sempat membunuh teman-temannya yang sedang menghadiri pesta malam itu.

Awalnya Dinda tidak pernah percaya dengan hal-hal mistis, hingga wanita berbaju merah itu nyaris mencelakakan adiknya. Bersama Putra, Kara mencoba mencari bantuan dari paranormal. Dari situlah Dinda mengetahui kalau perempuan berbaju merah itu adalah arwah Bu Lidya yang memutuskan bunuh diri.

Dalam sejarah masyarakat Tionghoa, ada cerita tentang seorang wanita yang bunuh diri dengan mengenakan pakaian untuk membalas dendam. Satu-satunya yang bisa mengakhiri teror wanita berbaju merah itu hanyalah Kara.

The Woman in the Red Dress merupakan salah satu film horor Indonesia yang paling unik dan membuat penasaran. Ide cerita tentang legenda urban Tiongkok adalah pilihan cerdas. Sayangnya jalan cerita dan efek visual yang ditampilkan dalam film ini kurang memuaskan.

12. The Doll 3

Film horor Indonesia lainnya yang layak masuk daftar ini adalah The Doll 3. Menghabiskan biaya produksi yang fantastis, usaha Hitmaker Studios untuk membuat boneka super canggih di Amerika tidak sia-sia. Pasalnya, boneka bernama Bobby itu sukses membuat penontonnya bergidik ngeri.

Fokusnya ada pada Tara (Jessica Mila), dia mengalami depresi setelah Gian (Zizie Zidane), adik laki-lakinya, memutuskan untuk bunuh diri. Setelah orang tuanya meninggal karena kecelakaan, Gian harus berjuang melawan trauma dan ketakutannya. Namun kesalahpahaman membuat Gian bunuh diri di depan kakaknya.

Dengan bantuan seorang dukun, Tara bertekad memanggil roh Gian dan menempatkannya di boneka Bobby. Namun Tara tidak mengetahui kalau semangat Gian kini dipenuhi dengan rasa dendam.

Tak ingin kakaknya menikah dengan pria lain, Gian berusaha mencelakakan Aryan (Winky Wiryawan) dan putrinya. Tak hanya itu, Gian juga membunuh teman Tara, Rere (Masayu Anastasia), yang berusaha mengembalikan Gian ke alam baka.

Awalnya Tara tidak percaya jika roh Gian telah melakukan banyak kejahatan. Hingga ia melihat sendiri bahwa boneka Bobby yang ditempati oleh arwah Gian telah mencelakakan Aryan. Sayangnya, Gian membunuh dukun yang memasukkannya ke dalam boneka Bobby. Lantas, bagaimana cara Tara menghentikan teror Gian?

13. Kuntilanak 3

Dari sederet film horor terbaik yang telah kami bahas, tidak ada satu pun yang memiliki konsep segar seperti Kuntilanak 3. Jadi satu-satunya film anak-anak yang bergenre horor dan fantasi, sejujurnya saya sangat menikmati film arahan Rizal Mantovani ini. Nuansanya seperti menonton film Harry Potter, padahal efek visualnya terbilang sederhana dan kurang apik.

Selain itu, film yang akan diproduksi pada tahun 2022 ini merupakan film terakhir dari Alam Semesta Kuntilanak. Fokus cerita mengisahkan tentang keturunan terakhir Mangkujiwo, seorang gadis bernama Dinda (Nicole Rossi).

Setelah bertemu orang tua kandungnya, Dinda merasa ada yang aneh pada dirinya. Saat Dinda sedang marah atau kesal, tanpa disadari ia akan merugikan orang-orang disekitarnya. Hal ini membuat Dinda sangat sedih, karena telah melukai salah satu saudaranya.

Merasa bersalah, Dinda memutuskan untuk bersekolah di pesantren bernama Sekolah Mata Hati. Di sana Dinda bertemu dengan anak-anak lain yang mempunyai kesaktian seperti dirinya.

Di sisi lain, Dinda tidak menyadari bahwa sekolah ini menyimpan rahasia mengenal marga Mangkujiwo yang hampir punah. Kepala sekolah mereka, Baskara (Wafda Saifan) dan Eyang Sukma (Sara Wijayanto), diam-diam mempunyai rencana untuk menghidupkan kembali kejayaan Mangkujiwo.

Eyang Sukma adalah pembawa acara Ratu Kuntilanak. Untuk bertahan hidup, Eyang Sukma kerap memangsa beberapa anak di sekolah. Mengetahui Dinda merupakan keturunan terakhir Mangkujiwo, Eyang Sukma berniat mengorbankan Dinda kepada Ratu Kuntilanak untuk mendapatkan keabadian.

14. Makmum 2

Teror Makmum masih menghantui Titi Kamal di film Makmum 2 . Sekuelnya masih digarap oleh Guntur Soeharjanto dan jalan cerita terasa lebih intens dan kompleks dibandingkan film pertamanya. Hal yang paling saya suka adalah jalan ceritanya lebih kuat dan pengembangan karakternya merata.

Cerita berpusat pada Rini (Titi Kamal), seorang janda yang baru saja kehilangan suaminya dan Bude yang membesarkannya. Penderitaannya semakin bertambah ketika mengetahui putranya, Hafis (Jason Bangun), ditemukan tak sadarkan diri di tengah hutan.

Rini mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang melatarbelakangi berbagai musibah yang dialaminya. Dari beberapa orang, Rini mendengar Bude-nya berani memasuki hutan terlarang. Begitu pula dengan Hafiz, putranya masuk hutan terlarang karena mengikuti seorang anak yang kakinya lumpuh.

Namun permasalahannya tidak berhenti sampai disitu saja. Rini mulai diganggu oleh sosok gaib yang mirip Makmum, dan hal itu menggoyahkan keyakinannya. Rupanya makmum ini adalah hantu penjaga hutan terlarang. Ia tidak terima karena rumahnya telah diambil masyarakat untuk dibangun masjid.

15. Ivanna

Ambar (Caitlin Halderman) dan adik laki-lakinya, Dika (Jovarel Callum), terpaksa pindah ke panti jompo di Bandung, setelah kedua orang tuanya meninggal. Panti jompo itu milik teman orang tuanya, sehingga Ambar dan Dika sudah tidak asing lagi dengan para pengasuh panti tersebut.

Disana Ambar berkenalan dengan tiga orang lansia yang sedang dirawat, ada Nenek Ani (Yati Surrachman) yang ketus, lalu Kakek Farid (Yayu Unru) yang sangat menyukai sejarah, dan Nenek Ida (Rina Hassim) yang ceria dan baik hati. .

Kehadiran Ambar di panti jompo membuat Rina (Taskya Namya), perawat panti jompo, merasa iri. Kekasihnya, Agus (Shandy William), terlihat sangat dekat dan akrab dengan Ambar. Tak lama kemudian, cucu Nenek Ida, Arthur (Junior Roberts) berkunjung,

Bencana terjadi ketika Ambar, Agus dan Arthur secara tidak sengaja menemukan ruangan bawah tanah yang tersembunyi. Di sana mereka menemukan patung wanita tanpa kepala yang menakutkan. Sejak saat itu, Ambar kerap mendapat visual tentang peristiwa di masa lalu.

Tanpa sepengetahuan banyak orang, Ambar sudah bisa melihat sosok mistis sejak ia menjalani operasi mata. Namun, Ambar tak menyangka wanita Belanda yang dilihatnya itu menyimpan dendam besar dan membahayakan nyawa seluruh penghuni panti jompo.

16. Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2

Sekuel film Before the Devil Picks Up ini bersetting 2 tahun setelah peristiwa kelam yang dialami Alfie (Chelsea Islan) dan Nara (Hadijah Shahab). Keduanya tetap menjalani hidup meski Alfie masih sering dihantui perasaan bersalah dan beberapa kali mengalami penglihatan tak wajar.

Suatu malam, Alfie dan adiknya tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang tak dikenal. Ternyata Alfie dan Nara dibawa ke Panti Bahtera, tempat penampungan anak-anak yang tidak diinginkan orang tuanya.

Namun Alfie tidak dibawa ke panti asuhan untuk menginap dan bersantai. Dari pengakuan beberapa anak, mereka meyakini panti asuhan ini telah dirasuki setan jahat. Dahulu panti asuhan ini dijaga oleh seorang bernama Ayub (Tri Hariono). Menurut penelitian mereka, Ayub telah bersekutu dengan iblis dan mengorbankan beberapa anak panti asuhan.

Untuk menghentikan aksinya, anak-anak panti asuhan sepakat membunuh Ayub dengan cara dibakar hidup-hidup. Namun sejak saat itu suasana panti asuhan menjadi semakin menakutkan karena ada teror dari sosok tak kasat mata. Anak-anak panti asuhan ini meminta bantuan Alfie untuk mencari tahu dan menghentikan teror iblis yang menghantui panti asuhan tersebut.

17. Mangkujiwo

Mangkujiwo yang dirilis pada tahun 2020 ini merupakan awal lahirnya Mangkujiwo di Alam Semesta Kuntilanak. Film ini sangat kental dengan ilmu gaib dan tradisi masyarakat Jawa. Apalagi film arahan Azhar Kinoi Lubis ini akan menceritakan urban legenda asal usul Kuntilanak Merah.

Brotoseno (Sujiwo Tejo) menceritakan kepada Uma (Yasamin Jasem), bahwa ibunya disiksa dengan kejam dan dibunuh oleh Tjokro Kusumo (Roy Marten). Untungnya, sebelum Kanti (Asmara Abigail) meninggal, Brotoseno berhasil mengeluarkan Uma dari rahim ibunya.

Faktanya, semua yang dikatakan Brotoseno kepada Uma tidaklah benar. Padahal, Uma merupakan anak haram dari pasangan Tjokro Kusumo dan Kanti, seorang penari cantik asal Jawa. Mengetahui Kanti hamil, Tjokro Kusumo membuangnya dan saat itulah Brotoseno menangkap Kanti.

Ia menyandera Kanti, lalu melakukan berbagai ritual mistis dan kejam terhadapnya. Rupanya Brotoseno ingin menjadikan Kanti sebagai senjata rahasianya, yakni jelmaan Kuntilanak merah. Sebagai putri kandung Kanti, Uma adalah satu-satunya orang yang mampu mengendalikan kuntilanak.

Upaya Brotoseno memanipulasi Uma hanya untuk menyingkirkan musuh bebuyutannya. Selain itu, Uma akan menjadi ujung tombak utama kesuksesan Mangkujiwo, aliran pesugihan Kuntilanak Merah.

18. Asih 2

Sepasang suami istri bernama Sylvia (Marsha Timothy) dan Razan (Ario Bayu) baru saja kehilangan anak mereka karena kecelakaan. Sejak kejadian itu, rumah tangga Sylvia dan Razan menjadi dingin dan hambar.

Suatu hari, Sylvia secara tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis malang di rumah sakit tempatnya bekerja. Rupanya, bocah kecil itu ditemukan di pinggir jalan dekat hutan belantara. Merasa kasihan, Sylvia berniat membawanya pulang dan mengadopsinya. Sylvia berharap kehadiran anak bisa mengembalikan kehangatan rumah tangganya.

Keputusan Sylvia mendapat perlawanan dari Razan. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat Sylvia untuk membawa pulang anak tersebut dan menikah dengan Ana (Graciel Abigail). Awalnya Sylvia merasa bahagia, hingga teror menakutkan mulai menghampiri dirinya dan suaminya.

Awalnya, Sylvia sering memergoki Ana sedang berbicara sendirian. Beberapa saat kemudian, Sylvia merasa ada sosok lain yang memasuki rumahnya bersama Ana. Benar saja, Sylvia akhirnya bertemu dengan Asih (Shareefa Daanish), kuntilanak yang menculik anak Puspita (Citra Kirana) dan Andi (Darius Sinathrya) di masa lalu.

Asih marah karena putrinya diambil oleh Sylvia. Dia ingin membawa Ana kembali ke hutan bersamanya, tapi Sylvia menolak menyerahkannya. Dari sinilah Sylvia harus menghadapi teror kuntilanak yang membahayakan seluruh keluarganya.

19. Malam Satu Suro

Berbicara mengenai film horor Indonesia terbaik sepanjang masa, tak lengkap rasanya tanpa membahas Malam Satu Suro. Diproduksi pada tahun 1998, film yang dibintangi Ratu Horor Indonesia, Suzzanna ini benar-benar melegenda. Hingga saat ini masih banyak orang yang belum berani menonton film horor klasik ini.

Film ini bercerita tentang Suketi (Suzzanna), seorang sundel bolong yang dibangkitkan oleh Ki Rengga (Soendjoto Adibroto) yang menginginkan seorang anak. Dengan paku keramat, Ki Rengga berhasil mengubah Sundel Bolong menjadi gadis cantik.

Kecantikan Suketi berhasil menarik perhatian seorang pemuda asal Jakarta bernama Bardo (Fendy Pradana). Jatuh cinta pada pandangan pertama, Bardo langsung melamar ayahnya untuk Suketi. Meski ragu, Ki Rengga akhirnya menyetujui pernikahan tersebut dengan syarat mereka menikah pada malam pertama Suro.

Rumah tangga Suketi dan Bardo sangat bahagia, apalagi mereka telah dikaruniai dua orang anak yang sehat. Namun petaka menimpa ketika lawan bisnis Bardo mengetahui asal usul Suketi. Berniat menjatuhkan usaha Bardo, Joni (Johnny Matakena) memerintahkan beberapa orang untuk mencabut paku di kepala Suketi. Dari sinilah teror Sundel Bolong bermula.

20. Beranak dalam Kubur

Masih film bergenre horor yang dibintangi Suzzanna, Beranak Dalam Kubur jadi salah satu yang paling saya suka. Film ini memiliki jalan cerita yang sangat menegangkan dan penuh dengan teror yang menakutkan.

Cerita bermula ketika kakak beradik bernama Dhora (Mieke Widjaja) dan Lila (Suzzanna) memiliki karakter yang bertolak belakang. Dhora adalah seorang gadis dengan karakter yang kuat, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Sedangkan Lila adalah gadis yang berhati lembut dan sopan.

Karena tidak pernah akur, bibinya mengajak Lila tinggal di kota bersamanya. Setelah bertahun-tahun, akhirnya kakak beradik itu bertemu kembali. Saat itu, Lila menikah dengan Robby (Dicky Suprapto) yang tampan dan kaya raya. Dhora merasa cemburu, sehingga ia berencana membunuh Lila dan menguasai seluruh kekayaan keluarganya.

Saat itu Lila sedang hamil besar, namun suaminya harus pergi ke luar negeri. Saat itulah Dhora melancarkan aksinya untuk menyiksa dan membunuh Lila. Malam itu, Lila tiba-tiba mengalami kontraksi, namun bukannya membantu, Dhora malah menyiramkan asam ke wajah Lila. Sebenarnya Dhora sengaja mengubur Lila hidup-hidup untuk menutupi kejahatannya, namun bayi yang dikandung adiknya justru lahir di dalam kuburan.


Inilah daftar film horor Indonesia terbaik sepanjang masa yang bisa kamu rekomendasikan. Dari film-film di atas, film mana yang bikin penasaran sekaligus ngeri? Bagikan jawabannya di bawah ini.

Posting Komentar