NEW !

Rekomendasi Film Indonesia Lawas Genre Romance

Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on GET LINK for destination
Congrats! Link is Generated

Masa kejayaan industri film Indonesia salah satunya terjadi pada awal tahun 2000-an. Jika dulu produksi film hanya berkisar enam hingga sembilan per tahun, pada tahun 2000an selalu ada film baru yang tayang di bioskop Indonesia hampir setiap bulannya.

Tentu saja film romantis kembali merajai industri layar lebar. Banyak sekali film-film romantis Indonesia terbaik di tahun 2000-an, misalnya Ada Apa Dengan Cinta yang diproduksi pada tahun 2002. Film ini bahkan menjadi awal kejayaan film-film romantis Indonesia, karena sejak saat itu para sineas mulai berlomba-lomba menghadirkan film-film romantis lainnya. , romansa yang lebih menggugah.

KopiFlix telah memilihkan film-film romantis Indonesia terbaik yang sulit untuk Anda lupakan. Penasaran? Yuk, intip daftar lengkapnya di bawah ini!

1. Ada Apa Dengan Cinta?

Dalam sejarah perfilman Indonesia, ada salah satu film yang menjadi ikon bergenre romantis di tahun 2000-an. Ada yang tahu film apa? Benar sekali, jawabannya Ada Apa Dengan Cinta?

Disutradarai oleh Miles Production dan Rudi Soedjarwo, tema ini berkisah tentang cinta remaja di masa SMA. Bukan kisah sedih, nyatanya kisah cinta Rangga dan Cinta penuh dengan tantangan, seperti idealisme, jati diri, dan persahabatan.

Cerita dimulai ketika pemenang kompetisi puisi tahunan di sekolah mereka diumumkan. Semua orang yakin Cinta (Dian Sastrowardoyo) akan menjadi pemenangnya, namun kejutan datang ketika Rangga (Nicholas Saputra) menjadi pemenangnya.

Meski kesal, Cinta yang merupakan pengurus panel dinding sekolah ditugaskan untuk mewawancarai Rangga. Namun, pemuda itu sangat dingin dan terkesan sombong. Hubungan mereka membaik setelah Cinta membaca novel berjudul "Aku" yang sering dibawakan Rangga.

Cinta pun mengirimkan surat kepada Rangga, ia mengungkapkan ketertarikannya pada buku dan isi pemikiran Rangga. Sejak saat itu, Rangga dan Cinta mulai dekat.

Namun kisah cinta ini dihadapkan pada banyak kendala. Pertentangan idealisme Rangga dan Cinta, hingga permasalahan persahabatan antara Cinta dan Alya (Ladya Cheryl), Carmen (Adinia Wirasti), Maura (Titi Kamal), dan Milly (Sissy Priscillia).

2. Eiffel... I'm in Love

Paris mempunyai julukan “Kota Cinta”. Tema ini senada dengan salah satu film romantis terbaik Indonesia yang berjudul Eiffel... I'm in Love. Dibintangi oleh Shandy Aulia dan Samuel Rizal, saya yakin banyak orang yang heboh dengan kisah cinta dua anak muda ini.

Fokusnya tertuju pada sosok Tita (diperankan oleh Shandy Aulia), seorang gadis remaja yang baru duduk di bangku SMA. Sebagai anak bungsu, seluruh keluarganya sangat overprotektif terhadap Tita. Hal inilah yang membuat Tita tidak bisa leluasa bersosialisasi dengan teman-temannya, bahkan berpacaran dengan pacarnya, Egi (Yogi Finanda).

Suatu hari, Tita disuruh menjemput Paman Reza (Didi Petet) dan putranya Adit (Samuel Rizal). Ternyata kedua orang tuanya sudah sepakat untuk menjodohkan Tita dengan Adit. Namun pertemuan kedua pemuda ini tidak berjalan baik.

Sejak pertama kali bertemu, Tita dan Adit selalu bertengkar. Puncaknya, Adit tiba-tiba memukul Egi saat datang ke acara yang sama. Tita bingung, apa sebenarnya yang membuat Adit begitu membenci Egi? Namun Adit sudah kembali ke Paris.

Ingin mengetahui jawaban pasti, Tita dan keluarga berkunjung ke Paris. Dari situlah kisah cinta sesungguhnya antara Tita dan Adit dimulai.

Eiffel... I'm in Love adalah salah satu film romantis favorit saya sepanjang masa. Film ini memiliki alur yang sederhana, sinematografi yang bagus, dan scoring yang manis. Plot picisan ini semakin menggugah karena chemistry kedua pemeran utamanya terlihat menggemaskan.

3. Heart

Rachel (Nirina Zubir), gadis tomboy yang hidup bahagia di pegunungan Puncak. Rachel sangat dekat dengan sahabatnya, Farel (Irwansyah), yang telah bersamanya sejak kecil. Keduanya kerap menghabiskan waktu bermain basket dan membangun rumah pohon. Namun, ada rahasia tersembunyi di rumah pohon itu yang tidak pernah diketahui oleh Farel.

Semuanya berubah saat Farel tak sengaja bertemu dengan Luna (Acha Septriasa), gadis cantik yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Dengan berbagai cara, Farel berusaha keras untuk mendapatkan perhatian dan hati Luna. Bahkan, Rachel juga membantu bisnis temannya.

Namun, di balik senyum bahagia Rachel, ternyata hatinya sangat terluka. Rachel sudah berusaha menarik perhatian Farel. Gadis ini rela mengubah penampilannya agar mirip Luna, namun semua itu hanya membuatnya semakin sakit hati.

Suatu hari, Farel dan Rachel terlibat salah paham. Keadaan semakin parah setelah mereka mengetahui Luna membutuhkan donor hati untuk bertahan hidup. Demi membahagiakan Farel, Rachel pun bertekad mendonorkan hatinya untuk Luna.

4. Ayat-Ayat Cinta

Ada salah satu film romantis Indonesia yang sukses membuat para orang tua berbondong-bondong datang ke bioskop, film tersebut berjudul Ayat-Ayat Cinta. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini merupakan visualisasi akurat dari novel berjudul sama karya Habiburrahman El Shirazy.

Seperti apa ceritanya? Film ini bercerita tentang perjalanan cinta seorang pemuda Indonesia bernama Fahri bin Abdullah Shiddiq (Fedi Nuril) yang sedang mengejar gelar masternya di Al-Azhar, Mesir.

Fahri adalah seorang pemuda taat yang hidup sederhana sebagai mahasiswa di Mesir. Fahri mempunyai banyak impian, namun ada satu hal yang belum bisa ia wujudkan adalah menikah.

Suatu hari, Fahri mendapat tawaran untuk menjodohkan putri kenalan gurunya. Wanita itu bernama Aisha (Rianti Cartwright), yang langsung membuatnya jatuh cinta saat pertama kali bertemu dengannya.

Namun kebahagiaan mereka terganggu saat Fahri dituduh memperkosa Noura Bahadur (Zaskia Adya Mecca). Fahri dijebloskan ke penjara dan persidangan terus menyudutkan Fahri sebagai pelaku. Satu-satunya orang yang bisa membantu Fahri hanyalah Maria Kirgiz (Carissa Putri).

Namun pertemuan Aisha dan Maria justru akan menimbulkan masalah baru. Aisha harus memilih, mampukah ia membagi suaminya dengan Maria atau membiarkan Fahri mendekam di penjara Mesir?

5. Ketika Cinta Bertasbih

Ketika Cinta Bertasbih merupakan film Indonesia yang menggambarkan kisah cinta dengan latar belakang nilai-nilai agama Islam.

Film ini bercerita tentang perjalanan cinta seorang pemuda sederhana bernama Azzam (Kholidi Asadil Alam) yang memilih kuliah di Kampus Universitas Al Azhar Kairo.

Azzam adalah seorang pemuda yang tegas dan dewasa, serta memegang teguh prinsip Islam dalam kesehariannya. Sepeninggal ayahnya, Azzam sebagai anak sulung bertanggung jawab menghidupi ibu dan adik-adiknya.

Untuk menghidupi keluarganya, Azzam pun bekerja keras sebagai pembuat tempe dan bakso di Kairo. Dari situlah ia dikenal sebagai pembuat tempe yang terkenal di kalangan pelajar dan juga di kalangan duta besar.

Saat bekerja, Azzam pertama kali bertemu dengan Eliana (Alice Sofie Norin) yang merupakan putri seorang duta besar. Meski terpesona dengan kecantikan Eliana, Azzam tetap teguh pada prinsip keislamannya sehingga membuatnya menahan perasaan.

Namun kehidupan Azzam menjadi semakin rumit ketika ia secara tidak sengaja bertemu dengan Anna Althafunnisa (Oki Setiana Dewi). Anna adalah seorang wanita yang berhasil memikat hatinya, dan Azzam berniat melamarnya. Namun perbedaan status sosial membuat Azzam khawatir.

6. Get Married

Mae (Nirina Zubir), Eman (Aming), Beni (Ringgo Agus Rahman), dan Guntoro (Deddy Mahendra Desta), menganggap diri mereka sebagai generasi muda paling frustasi se-Indonesia. Keempat sahabat ini mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, sayangnya kenyataan membuat mereka menjadi pecundang.

Suatu hari orang tua Mae membuat keributan, mereka ingin menjodohkan putrinya dengan seorang pemuda. Mae menolak dan berkat bantuan ketiga temannya, pemuda itu berhasil lolos.

Tak lama kemudian, muncullah seorang pria tampan dan kaya raya bernama Rendy (Richard Kevin). Pria ini sangat cocok dengan idaman Mae, gagah dan berkelas. Sejak pertama kali melihat Rendy, Mae langsung jatuh cinta padanya.

Berbagai hal dilakukan Mae untuk mendapatkan cinta Rendy. Namun, ada banyak orang yang mencoba memisahkan mereka. Selain Bu Rendy yang tidak menyukai Mae, masalah mereka diperumit oleh keegoisan keempat teman Mae. Kira-kira cinta Mae dan Rendy akan mekar atau tidak?

7. 3 Doa 3 Cinta

Pasangan fenomenal Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra kembali bersaing dalam frame yang sama. Bukan lanjutan Ada Apa Dengan Cinta, film ini bergenre religi dan romantis berjudul 3 Doa 3 Cinta.

Film ini bercerita tentang tiga orang sahabat, Huda (Nicholas Saputra), Rian (Yoga Pratama), dan Syahid (Yoga Bagus), yang tinggal di sebuah pesantren di Jawa Tengah. Di belakang pesantren, mereka mempunyai tempat rahasia, tembok tua, tempat mereka menuliskan harapan-harapan mereka.

Huda bermimpi menemukan ibunya yang konon berada di Jakarta. Dalam perjalanan mencari ibunya, Huda bertemu dengan Dona Satelit (Dian Sastrowardoyo), seorang penyanyi dangdut pemula yang seksi. Tak bisa dipungkiri, Huda terpesona dan jatuh cinta pada Dona.

Kedekatan Huda dan Dona membuat pemuda ini punya impian lain yakni berkecimpung di dunia musik. Huda bermimpi bisa menjadi musisi dan bintang terkenal di Jakarta.

Rian mendapat hadiah kamera handycam dari ibunya di hari ulang tahunnya. Kamera tersebut menyulut obsesi Rian terhadap seni perfilman, terutama setelah ia menyaksikan sekelompok pasar malam memasang layar di desanya. Rian bercita-cita meneruskan usaha ayahnya di dunia perfilman.

Di sisi lain, Syahid berasal dari keluarga miskin dengan ayah yang sakit parah. Impian Martir sederhana saja, ia ingin menjadi orang yang berguna dan mampu mengubah nasib keluarganya.

Namun, kenyataannya tidak seindah yang mereka bayangkan. Ternyata dunia lebih sulit ditaklukkan dibandingkan kehidupan di pesantren. Lantas, mampukah ketiga sahabat ini mencapai impian mereka bersama?

8. 30 Hari Mencari Cinta

Ada salah satu film tahun 2000an yang wajib banget ditonton oleh anak muda masa itu, film tersebut berjudul 30 Days For Forever. Film ini memiliki alur cerita yang sederhana, namun realita kehidupan remaja dan permasalahan kompleksnya dihadirkan dalam sebuah romansa dan komedi yang hebat. Seperti apa ceritanya?

Tiga sahabat, Keke (Dinna Olivia), Gwen (Nirina Zubir), dan Olin (Maria Agnes), tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan. Meski hidup baik-baik saja, ketiganya merasa tidak bahagia karena tak punya pacar.

Suatu hari, Keke, Gwen dan Olin sedang bersantai di kafe tempat Bono (Vino G. Bastian), tetangga mereka, bekerja. Di saat yang sama, Barbara (Luna Maya) dan teman-temannya tiba, gadis paling keren di kampus. Hal ini membuat Keke, Gwen, dan Olin merasa iri dan terinspirasi untuk mengubah hidup mereka.

Usai menonton film Titanic di rumah, ketiganya sadar bahwa selama ini mereka kehilangan fokus pada cinta dalam hidup mereka. Bahkan mereka dijuluki "Si Lesbian" oleh Barbara dan teman-temannya karena mereka selalu bersama tanpa ada laki-laki di sisinya.

Untuk membuktikan bahwa mereka juga bisa menemukan kekasih, mereka bertaruh untuk menemukan cinta dalam waktu 30 hari. Pemenang taruhan akan dilayani oleh yang kalah selamanya.

Namun, perjalanan mereka menemukan cinta tidak berjalan semulus yang mereka harapkan. Mereka masing-masing menemukan kekasih, namun cinta tidak selalu berjalan sesuai rencana.

9. Dealova

Dealova merupakan salah satu film romantis Indonesia terbaik era 2000-an yang sarat emosi. Pasalnya, film ini akan membawa Anda melewati perjalanan cinta remaja yang penuh liku-liku.

Fokus cerita ada pada Karra (Jessica Iskandar), seorang siswi SMA yang cantik, cerdas, nakal, dan ahli bermain basket. Namun di rumah, ia dikenal sebagai anak manja yang cuek dengan lingkungan sekitar.

Kehidupan Karra yang berbeda di sekolah dan di rumah membawanya ke dalam kehidupan dua pria, mereka adalah Dira (Ben Joshua) dan Ibel (Evan Sanders).

Karra bertemu Dira, pemain basket tangguh, di sekolah. Perkenalan mereka terjadi di lapangan basket, dan meski awalnya Dira terkesan kasar, mereka mulai merasa tertarik satu sama lain.

Di sisi lain, Ibel adalah teman kuliah kakak laki-laki Karra, Iraz (Rizky Hanggono), dan pemain gitar berbakat. Pertemuan pertama mereka terjadi di rumah Karra, dan Ibel dengan penuh perhatian berusaha membuat Karra bahagia.

Bagi Karra, Dira yang kasar dan misterius terasa lebih menarik dibandingkan Ibel yang penuh perhatian. Pada akhirnya Karra memilih Dira sebagai pacarnya, dan Ibel harus menerima keputusan itu dengan lapang dada. Namun hubungan mereka tidak berjalan mulus. Pertengkaran kerap menghiasi kisah cinta mereka.

Ketika mereka berdua berusaha memperbaiki hubungan mereka dan saling mencintai tanpa saling menyakiti, Karra harus menghadapi kenyataan pahit. Dira tiba-tiba jatuh sakit parah dan dirawat di rumah sakit. Terungkap bahwa Dira menderita kanker otak dan umurnya tidak akan lama lagi.

Saat menonton Dealova, saya yakin Anda akan jatuh cinta dengan soundtrack utamanya. Lagu berjudul Dealova yang dinyanyikan Once ini akan membekas di benak anda karena lirik dan instrumennya sangat membuat ketagihan. Soundtrack lain yang saya suka adalah When You Go yang dibawakan oleh Bunga Citra Lestari. Lagu ini sangat cocok dengan alur ceritanya.

10. Me vs High Heels

Film ini bercerita tentang kehidupan Sasha (Ayushita), seorang gadis yang keren dan berpenampilan tomboy. Sikap tersebut membuat orang tua dan teman-temannya seperti Roland (Dwi Andhika) dan Lola (Nuri Maulida) merasa terkejut.

Namun semuanya berubah saat Sasha bertemu dengan pria tampan bernama Arnold (Hengky Kurniawan). Sasha jatuh cinta padanya, tapi Arnold adalah pria yang sulit untuk didekati. Kemudian Sasha mengetahui bahwa Arnold adalah teman baik Dina (Ardina Rasti), pacar Roland.

Dengan bantuan Lola, Dina, dan Dondon (Raffi Ahmad), Sasha berusaha merebut hati Arnold. Namun ada syarat yang harus dipenuhi, ia harus tampil lebih feminim sesuai kriteria cewek idaman Arnold.

Sasha pergi ke salon dan mulai mengenakan pakaian yang lebih feminin dan belajar memakai sepatu hak tinggi. Namun, yang membuat Sasha kesulitan adalah melupakan trauma masa lalunya.

Sasha dulunya mempunyai seorang kakak perempuan yang cantik dan sangat feminim. Namun, kakak perempuannya meninggal secara mengenaskan setelah diperkosa oleh sekelompok pemuda jalanan. Sejak saat itu, Sasha berjanji tidak ingin tampil cantik seperti kakaknya. Sayangnya usahanya untuk menjadi cantik berakhir sia-sia. Apa yang telah terjadi? Selengkapnya bisa kamu ketahui di film berjudul Me vs High Heels.

Menonton Me vs High Heels di bioskop, sejujurnya saya sangat menikmati jalan cerita, akting dan soundtrack filmnya. Hal inilah yang membuat film ini tidak boleh saya lewatkan dari daftar film romantis Indonesia tahun 2000-an.


Bagi saya, tahun 2000-an adalah masa keemasan industri film Indonesia. Pasalnya, sineas dan rumah produksi Indonesia tidak hanya fokus mencari keuntungan seperti sekarang. Namun film-filmnya selalu diimbangi dengan kualitas dialog, akting, dan ide cerita yang menarik.

Posting Komentar